Sedih Bekas Kekasih Datang Peluk Di Majlis Persadingan....
Hari Jumat (17/10), merupakan hari yang paling membahagiakan buat artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Sebab, mereka mengikat janji suci sebagai pasangan suami isteri.
Namun dipastikan tak ada bekas kekasih Raffi yang hadir dalam pernikahan pengacara kaya tersebut. Berbeda dengan Risna (22) di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Persetankan dengan pujuk rayumu kau pencipta sketsa cerita cuma sendiwara lakunan semata telah ku lemparkan segala memori nun dijurang yang dalam bersemadilah selayak kau disana
Aku manusia biasa ada rasa ingin cinta dan mencinta hakikat diri harus ku terima sebelum segala rasa terus menyiksa jiwa aku tahu... kegagalanku dimasa lalu menjadi pertaruhan hari depan aku harus pasrah dan redha andai itu takdirNYA buatku segalanyaku terima
Masih berbunga cintaku ini harum mekar dalam jendela nostalgia biarpun telah kau hirisi bagai sembilu jambangan kuntum rindu kelukaan yang masih berdarah menghimpit menerjah pedih sanubari terlerai kini kesimpulan cinta lantas, menyapalah derita
Aku mencintai tapi tak di cinta aku merindui tapi tak di rindu berilusi diriku adalah sang kejora yang selalu kau nanti di ujung senja berharap aku saja yang ada dihatimu atau aku hanyalah butiran debu yang tidak memberi erti apa-apa apa benarkah ini yang dikatakan lamunan cinta apa benarkah ini sebuah derita yang sengaja ku dambakan meski pengakhirannya akan mengecewakan
Rindu aku, sangat rindu kamu terasa sejak kau masih ada di dekatku tak mudah aku melupakan dirimu di saat aku terbangun dari tidurku.... ku ulangi dan terus ulangi ku biar alunanannya terus bergema di tiap ruang meskipun iramanya meruntun jiwaku
Hadirmu hanya kala malam bersama kerdipan kejora gemerlapan bintang yang bertabur di langit gelap malam bisa merialisasikan ilusiku menghiasi dan menemani tiap mlm sepiku dengan keletah-keletah nakalmu kau pasti ada
Aku adalah aku kenapa aku mesti di aibkan kenapa maruahku di jadikan pertaruhan aku kebingungan aku kecewa amat jangan bisa cuba persendakan keikhlasan dan kejujuranku
Malam yang bertalu-talu menyuarakan melata merintih syahdu kala aku terbungkam kesendirian tercegat oleh sebuah kerinduan di tengah gertak sunyi yang menodai jiwaku dalam kedinginan takbir bayu malam seakan menerjah alunan suara menyapaku
Aku kebingungan aku tak mampu hati ini menjadi lembut hatiku tidak bisa berbicara dusta kenapa kalian belum bisa mau memahami setiap tuturan kata yang ku lemparkan dalam tiap-tiap bait puisiku hanya mampu tinta berbicara sendiri pengganti diri meluahkan hasrat hati